MENHAN BUKA PEMBETUKAN KADER PEMBINA BELA NEGARA SE- SUMSEL

 

PALEMBANG – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Jenderal TNI  Purn Ryamizard Ryacudu mengharapkan, seluruh kader bela negara di Provinsi Sumsel mampu menyebarluaskan nilai-nilai yang terkandung dalam tujuan bela negara yang merupakan implementasi konkret dari program revolusi mental, acara Pembentukan Kader Pembina Bela Negara se-Sumsel di Dinning Hall Jakabaring Sport City Palembang. Kamis 21/7/2016. Dihadiei oleh Gubernur Sumsel, Kepala daerah se-sumsel,  dan organisasi organisasi

Menurutnya, kader bela negara adalah selain mampu menyebarluaskan nilai-nilai bela negara juga mendukung apa yang menjadi tujuan nasional tentang bela negara, dengan mengubah cara pandangan, pikiran, sikap, dan prilaku melalui internalisasi nilai-nilai esensial revolusi sampai dengan lembaga-lembaga negara. “Yang dinamakan kader bela negara adalah mampu menyebarluaskan ke seluruh orang tentang nilai-nilai bela negara. Perwujudan penanaman bela negara perlu dimulai sejak dini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” papar Ryamizard 

Ryamizard mengatakan, bela negara merupakan bagian dari sikap, tekad, dan prilaku tindakan bela negara yang menjadi penguatan karakter dan jatidiri bangsa serta sebagai revolusi mental dalam membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi ancaman dan wujud ketahanan negara. 

Selain itu, pembentukan kader pembina bela negara diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kemampuan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara, serta terbentuknya warga negara yang memiliki kecintaan dan kemampuan awal bela negara. Menurutnya, peran dan profesi setiap warga negara merupakan soft power yang akan memberikan detterence effect bagi negara lain yang ingin mengganggu kedaulatan negara. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh militer saja, tapi harus disinergikan dengan kekuatan seluruh warga negara dalam wujud bela negara.

“Bentuk ancaman kompleks dan multidimensional yaitu ancaman militer belum nyata, ancaman non militer sudah nyata seperti terorisme, separatisme, bencana alam, pelanggaran batas wilayah, wabah penyakit, narkoba dan perang cyber,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dalam sambutannya mengungkapkan, pembelaan negara perlu difasilitasi pemerintah dalam mewujudkannya, mengingat bela negara merupakan kehormatan bagi setiap warga negara untuk melaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurut Alex, dalam mengimplementasikan hak-hak warga terhadap pembelaan negara, pemerintah menyelenggarakan pembentukan kader bela negara yang memiliki sikap dan perilaku cinta tanah air serta mempunyai kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik. “Membangun rasa bangga di masyarakat akan memunculkan rasa cinta bangsa, seperti halnya masyarakat Sumsel bangga menjadi warga Sumsel yang merupakan salah satu provinsi termaju di Indonesia,” ungkap Alex.

Alex menambahkan, melalui kader bela negara diharapkan akan terbentuk masyarakat yang peduli nilai-nilai bela negara dan terwujudnya kemampuan kewaspadaan nasional, ketanggap daruratan dan mewujudkan sistem pertahanan negara yang baik.

Menurutnya, sikap bela negara bisa dilakukan dalam berbagai bentuk seperti mencegah peredaran dan penggunaan narkoba, mencegah masuknya faham anarkisme dan radikalisme, menjaga etika berpolitik, menjaga kelestarian lingkungan, serta berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kesadaran bela negara harus ditanamkan dengan berbagai upaya sejak dini. Oleh karena itu, saya mengajak untuk sadar nilai-nilai bela negara harus dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pekerjaan, sehingga menjadi kesadaran bersama,” terang Alex. (Prima)