Home / SUMSEL RAYA / Palembang / SUMSEL MILIKI POTENSI YANG SANGAT BESAR DIBIDANG PERTANIAN

SUMSEL MILIKI POTENSI YANG SANGAT BESAR DIBIDANG PERTANIAN

PALEMBANG, Amperasumsel –  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), memiliki luas lahan pertanian yang cukup besar. Modal ini menunjukkan kalau Sumsel punya potensi besar di bidang pertanian yang dapat memberikan manfaat besar bagi rakyat secara merata dan adil.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, H. Mukti Sulaiman saat rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan Sumsel tahun 2016 dalam rangka membahas ketahanan pangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 2016 di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (1/9).

Mukti Sulaiman mengatakan, penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, yang memberikan manfaat secara adil, merata dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan sekaligus mencerminkan luasnya cakupan pembangunan nasional

Dilihat dari sisi konsumsi pangan, hasil analisis data konsumsi penduduk Sumsel tahun 2015 telah mencapai 2180 Kkal per kapital perhari. Angka tersebut telah melebihi angka ideal dibandingkan dengan standar kecukupan atau telah mencapai 109 persen namun dilihat dari skor PPH masih di bawah ideal yaitu baru mencapai 87 persen. Potensi sumber daya pertanian juga menunjukan produksi tahun 2015 cukup besar. Untuk padi mencapai 4,2 juta ton, jagung 289 ribu ton, kedelai 16 ribu ton, kelapa sawit (CPO) 2,718 juta ton, kopi (biji kering) 135,2 ribu ton, kelapa 65 ribu ton. Untuk sektor peternakan produksi daging sapi ada 15,2 ribu ton, ikan mencapai 13 ribu ton, dan udang 183 ada 8 ribu ton.

Dilihat dari ketersediaan, berdasarkan neraca ketersediaan pangan strategis Sumsel tahun 2015 surplus terjadi pada komoditi beras, jagung, ubi kayu, kacang tanah, daging, telur, susu, ikan, gula pasir dan minyak goreng, devisit terjadi pada komoditi kedele, kacang hijau dan sayur/buah. “Salah satu kunci keberhasilan kemandirian pangan adalah penguatan kelembagaan pangan dengan stakeholder terkait. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan tahun 2013-2018 yakni Sumatera Selatan sejahtera, lebih maju dan berdaya saing internasional,” kata Mukti Sulaiman.

Rapat ketahanan pangan ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian dan Analis ketahanan Pangan Ahli Madya, Sudirman. Menurut Analis Ketahanan Pangan, Sudirman, berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, ketahanan pangan merupakan urusan wajib pemerintah daerah yang tidak terkait dengan pelayanan dasar. Sehingga perlu dipertegas lagi kalau badan ketahanan pangan harusnya berdiri sendiri. (humas Prov)

Check Also

ANGGOTA DPRD PROPINSI SUMSEL DAPIL VII SALURKAN BANTUAN KE KORBAN KEBAKARAN DI LAHAT

Laporan : Coy GEMAS – LAHAT Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Dapil 7, H.Aswari …

DARI 18 PESERTA UKW KE-31 PWI SUMSEL HANYA 13 PESERTA YANG LOLOS

Laporan : Release SMSI GEMAS – PALEMBANG Setelah melalui rangkaian ujian selama dua hari, akhirnya …

PWI SUMSEL GELAR UKW KE-31 YANG DIIKUTI 18 WARTAWAN

Laporan : Tim GEMAS – PALEMBANG Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan kembali menggelar …

KETUA ADVOKASI DAN PEMBELAAN WARTAWAN PWI PUSAT MINTA POLDA SULBAR USUT TUNTAS KASUS DEMAS LAIRA

Laporan : Rilis PWI Pusat GEMAS – PALEMBANG Ketua Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Pusat, …

PERTAMINA KUCURKAN BANTUAN MODAL KEPADA UMKM DI LAHAT DAN LAMPUNG

Laporan : Tim GEMAS – PALEMBANG PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II …