Home / SUMSEL RAYA / Banyuasin / LAGI, KPK PERIKSA DUGAAN SUAP PROYEK BUPATI BANYUASIN

LAGI, KPK PERIKSA DUGAAN SUAP PROYEK BUPATI BANYUASIN

BANYUASIN, Amperasumsel — Setelah satu hari sebelumnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekda Banyuasin dan tiga Kabid di Dinas Pendidikan Banyuasin yakni, Kabid Program dan Pembangunan, Kabid Pendidikan Nonformal, dan Kabid Pendidikan Dasar di Polda Sumsel.Hari ini, Jumat (9/9/2016), penyidik KPK lagi memeriksa saksi di Polda Sumsel.

 

Adapun para saksi yang diperiksa hari ini yakni: Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Banyuasin Harun Samsudin, Kasi Perencanaan Dinas Pendidikan Banyuasin Basuni, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Banyuasin Reza Pahlevi, Kepala Dinas Pariwisata yang juga mantan Kadis Pendidikan Banyuasin Merki Bakri, serta Staf Rumah Dinas Bupati Banyuasin Medi.

 

Para saksi tersebut diperiksa terkait dugaan suap proyek yang diduga diterima Bupati Banyuasin dalam dugaan suap proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin.

 

Pantauan di lapangan, pemeriksaan saksi dilakukan penyidik KPK sejak pukul 09.00 WIB di salah satu ruangan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel. Dari para saksi yang diperiksa secara tertutup diantara tampak ada yang telah selesai menjalani pemeriksaan KPK pada pukul 12.00 WIB.

 

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andriati ketika dikoonfirmasi membenarkan, jika sampai hari ini penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan saksi di Polda Sumsel. “Ya hari ini KPK memeriksa lima saksi di Polda Sumsel. Saksi-saksi tersebut adalah: Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Banyuasin Harun Samsudin, Kasi Perencanaan Dinas Pendidikan Banyuasin Basuni. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Banyuasin Reza Pahlevi, Kepala Dinas Pariwisata (mantan Kadis Pendidikan Banyuasin) Merki Bakri, dan Staf Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Medi,” kata Yuyuk 

Dilanjutkan Yuyuk, pemeriksaan saksi yang dilakukan KPK di Polda Sumsel merupakan tindaklanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah dilakukan penyidik KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anto Ferdian. “Jadi pemeriksaan para saksi tersebut dilakukan karena KPK masih terus melakukan pendalaman penyidikan dugaan kasus suap ini,” tandasnya.

Sementara Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo membenarkan jika penyidik KPK sampai hari ini masih berada di Polda Sumsel. “Jadi dalam hal ini Polda Sumsel hanya memback-up KPK. Kita koordinasikan apa yang dibantu ya kita bantu,” tandas Kapolda.

Diketahui dugaan kasus ini terungkap setelah Bupati Yan Anton Ferdian tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Minggu 4 September 2016 di rumah dinasnya di Banyuasin. Dalam OTT ini KPK juga berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD, hingga KPK menetapkan Yan Anton sebagai tersangka.

Selain itu dalam dugaan kasus ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya. Mereka yakni, ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta). (Robby)

Check Also

YA DIDUGA PENIMBUN GAS MELON DIAMANKAN POLRES LAHAT

Laporan : Ujang GEMAS – LAHAT Penegakan peraturan tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Melon …

BELASAN ORANG PENAMBANG BATU BARA ILEGAL TEWAS MENGENASKAN

Laporan : Dedi S   GEMAS – MUARAENIM Setelah dikabarkan dan diberitakan tentang adanya 11 …

PLT BUPATI MUARAENIM INSTRUKSIKAN TAMBANG RAKYAT BATU BARA DITUTUP

  Laporan : Dedi S GEMAS – MUARAENIM Setelah mendapat laporan dari warga setempat mengenai …

MENGENASKAN TARZAN TEWAS DENGAN TIGA TUSUKAN

  Laporan : Bar GEMAS – EMPAT LAWANG Tragedi berdarah akibat dari keributan antar pemuda …

TRUK HOLLING HANTAM RUMAH WARGA, SATU TEWAS SATU KRITIS

Laporan : Hendry GEMAS – LAHAT Satu unit truk Holing pengangkut batu bara menabrak rumah …