FKMB DUKUNG KPK USUT TUNTAS KASUS KORUPSI BANYUASIN

BANYUASIM, Amperasumsel – FKMB (Forum Kualisi Masyarakat Banyuasin) yang terdiri dari Forkom SP2A (Forum Penggerak Pembangunan Agama), FPB (Forum Penyelamat Banyuasin), Himba (Himpunan Mahasiswa Banyuasin), BMMP (Barisan Muda Masyarakat Perairan), mengungkapkan rasa keprihatinan terhadap apa yang terjadi di kabupaten Banyuasin. 

Namun demikian pihaknya merasa bersyukur. Serta mendukung penuh upaya KPK dalam mengungkap tindakan korupsi yang terjadi di Banyuasin sampai ke akarnya. “Kami merasa bersyukur dengan tertangkapnya Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Sebab sejak tahun 2009, dimasa Ayahnya menjadi Bupati yaitu Amirudin Inoed. Telah berjuang ke KPK agar korupsi di Banyuasin terungkap. Dan kini akhirnya terkuak dengan tertangkap tangannya Yan Anton dalam kasus suap.” Kata Munjiri selaku penasehat Forum SP2A. dalam jumpa Pers di Pusat Kuliner Pangkalan Balai, Sabtu (10/09/16). 

Menurut Munjiri pihaknya mendukung penuh upaya KPK dalam memberantas Korupsi di Banyuasin. “Kami meminta KPK untuk mengusut sampai ke akar-akarnya” tandasnya.

Senada juga dikatakan Endang Suryanto selaku Ketua Forum Pemuda Penyelamat Banyuasin. Ditambahkannya dengan ditetapkan Yan Anton Ferdian sebagai tersangka oleh KPK, pihaknya meminta Kementerian Dalam Negeri segera menonaktifkan Yan Anton Ferdian Sebagai Bupati dan menunjuk Wakil Bupati Banyuasin SA Supriono sebagai PLT Bupati. “Kami juga Selaku masyarakat Banyuasin prihatin atas apa yang terjadi, Namun kami mendukung penuh apa yang dilakukan KPK. Sekaligus menendesak kemendagri menonaktifkan Yan Anton sebagai Bupati. Serta Menunjuk SA Supriono selaku PLT Bupati. Kami juga berharap masyarakat Banyuasin terus bersatu untuk mendukung SA Supriono meneruskan pembangunan Banyuasin” sambungnya.

Dalam upaya dukungan itu pihaknya akan melakukan demonstrasi besar-besaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2016.”Kami berharap masyarakat untuk ikut gerakan kami” tegasnya. Ditambahkan Panji selaku Ketua IMBA, sangat kecewa dengan tindakan Yan Anton. sebab tindakan itu tidak baik untuk dicontoh bagi para generasi penerus. (Jhon)