ASAH KEMAMPUAN PRAJURIT DENGAN LATIHAN MENEMBAK

PALEMBANG, Amper Sumsel¬†¬†— Bertempat di lapangan tembak Batalyon Arhanud-12/SBP Serong Prajurit Korem 044/Gapo melaksanakan latihan menembak senjata ringan (Latbak Jatri) Triwulan III TA 2016 dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit (14/9/16).

Latbak Jatri dilaksanakan dengan menggunakan senjata buatan PT. Pindad berupa Pistol FN 46 jarak 25 meter sikap berdiri untuk Perwira dan personel Intel, serta senapan laras panjang jenis SS-1 V1 bagi Bintara dan Tamtama sikap dengan tiarap jarak 100 meter, masing-masing perorangan menggunakan munisi 16 butir peluru (6 koreksi, 10 penilian), pelaksanaan latihan menembak ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari yakni Rabu dan Kamis tanggal 14 s.d 15 September 2016 dan sebelum melaksanakan kegiatan sebagai tahap persiapan personel, para anggota melakukan apel pagi untuk pengecekan serta pembagian gelombang untuk menembak.

Komandan Kompi Markas Korem 044/Gapo Kapten Inf Fariq Abduh selaku Komandan Latihan pada apel pengecekan hari pertama memberikan arahan dan himbauan tentang tata tertib serta aturan yang berlaku selama melaksanakan kegiatan Latihan, sebagai penekanan faktor keamanan harus diutamakan dan diperhatikan mengingat pelaksanaannya menggunakan munisi tajam, apabila melakukan kesalahan sedikitpun akan berakibat fatal baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Menembak merupakan salah satu bentuk kemampuan dasar yang harus dan mutlak dimiliki oleh seorang prajurit TNI AD, sehingga harus selalu dipelihara dan ditingkatkan terus menerus secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Hal ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan serta ketrampilan menembak perorangan.

Penilaian dan penambalan lisan yang dilakukan oleh Tim penilai dan pengawas lajur pada Latbak Jatri Triwulan III TA 2016 setelah selesai latihan menembak pembersihan dan pemeliharaan senjata harus selalu dilakukan oleh personel setelah pelaksanaan kegiatan, agar komponen senjata tidak aus dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.(Editor Jonheri)