Belum Terekam Kasus Kaki Gajah

PAGARALAM, Ampera Sumsel – Kendati belum terekam kasus serangan penyakit gajahatau dalam bahasa medisnyaelephantiasis, namun pihak Dinas Kesehatan Kota Pagaralam tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. “Sejak beberapa tahun silam, di Pagaralam belum terekam adanya kasus serangan penyakit kaki gajah,” ujar Plt Kadinkes Kota Pagaralam, Lili Ernani didampingi Kabid P2PL, dr Dian melalui Kasi Pengendalain Penyakitm Charles Kurniawan SKm, kemarin.

Mengenai penularan penyakit gaji gajah ini disebutkan Charles, bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk penular,seperti nyamuk yang menyebabkan penyakit malaria. Belakangan ini, beberapa daerah tetangga (Lahat, red), sedang gencar mengadakan pengobatan penyakit kaki gajah serentak. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan agar warga tidak terkena penyakit yang mengalami pembekakan di bagian kaki dengan ukuran tidak normal.

“Karena Pagaralam belum ada kasusnya, Dinas Kesehatan belum memprogramkan upaya pencegahan, seperti pengobatan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Jika ada temuan atau terindikasi gejala serangan penyakit ini,untuk segera cepat berobat medis dan melapor untuk dilakukan tindaklanjut,jangan sampai serangan penyakit ini meluas atau menularkan ke orang lain,”imbaunya.

Kendati demikian, salahsatu upaya pencegahan atau antisipasi serangan gigitan nyamuk pembawa penyakit ini,dengan pola 3M (menutup, menguras, mengubur) tempat atau wadah yang bisa menampung air yang menjadi sasaran siklus hidup nyamuk.

“Termasuk, menerapkan pola hidup sehat dengan menciptakan lingkungan yang bersih di sekitar tempat tinggal,” ucapnya. (Dian)