Bupati Muaraenim, Truk Dilarang Melintas di Jembatan Enim III

MUARA ENIM,  Ampera Sumsel-Menilai kondisi jembatan Enim III saat ini Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar, mengimbau agar kendaraan berat khususnya truk untuk tidak melintas di jembatan. Hal ini disamapikannya saat meninjau kondisi pondasi pangkal jembatan Enim III, di Desa Karang Raja, Kecamatan Kota Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (3/11), yang mengalami longsor cukup lebar, akibat diterjang gerusan luapan air Sungai Enim beberapa waktubyang lalu.

Jalur yang mehubungkan jalan utama SMB II terancam putus tersebut, orang nomor satu di Bumi Seran Sekundang ini didampingi Wakil Bupati H Nurul Aman, bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mengunjungi lokasi Jembatan Enim III.

“Kondisi tanah bawah jembatan yang terus mengalami pergerakan akibat luapan air Sungai Enim, sehingga memengaruhi struktur konstruksi jembatan,” ujar Bupati saat meninjau pondasi jembatan Enim III, Kamis (3/11).

Dengan kondisi tersebut, Bupati meminta Dinas Perhubungan untuk membatasi kendaraan yang boleh melintas di kawasan tersebut.

“Pak Fathur kendaraan jenis truk tidak boleh melintas di Jembatan Enim III,” perintah bupati kepada Kepala Dinas Perhubungan, H Fathur Rahman MH.

Bupati meninjau secara langsung kondisi jembatan, karena menurut pemberitaan di media.

“Kondisinya sangat memprihatinkan dan ternyata memang benar adanya. Saya minta Dinas Bina Marga melakukan penanganan lebih lanjut terkait kondisi jembatan Enim III,” kata Muzakir.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Muara Enim, Ir H A Yani Herianto, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

“Saya tadi bersama Bappeda sudah melakukan peninjauan ke lokasi itu. Penyebab longsor diduga karena banyaknya sampah yang tertahan di tiang jembatan. Sehingga luapan air tersebut memecah dan menghantam tanah dinding pangkal jembatan,” jelas Yani, Senin (31/10).

Menurutnya, saat ini telah dilakukan penanganan darurat dengan cara membersihkan sampah yang menumpuk di tiang jembatan tersebut. Tujuannya supaya luapan air bisa mengalir dengan lancar. Perbaikan pangkal jembatan tersebut  telah dianggarkan.

“Pada anggaran perubahan APBD tahun 2016 ini, sebenarnya telah kita anggarkan biaya perbaikan pembuatan tanggul jembatan tersebut. Namun karena waktunya mepet ditambah lagi dengan kondisi cuaca, maka perbaikannya tidak dapat dilakukan pada tahun anggaran ini,” jelasnya.

Perbaikan tanggul tersebut, lanjutnya dianggarkan pada APBD tahun 2017. Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan tanggul tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. (Hafis)