Parah, Jalan Semendo Longsor

MUARA ENIM, Ampera Sumsel— Gerusan air berintensitas tinggi beberapa waktu belakangan berakibat tidak hanya banjir tapi juga longsor. Masyarakat tiga kecamatan di Semende sekarang kondisinya benar benar terisolir. Soalnya sebanyak tiga titik jalan provinsi yang menuju daerah perbukitan tersebut mengalami longsor akibat diguyur hujan pada Minggu (20/11).

Adapaun titik badan jalan yang longsor terdapat di Dusun Talang Keli, Desa Karyanyata tepatnya di depan ADC Dinas TPH, Mandian Dabak Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut. Kemudian di Desa Muara Danau, Kecamatan Semende Darat Laut yang merupakan jalan menuju Kabupaten Lahat.

Badan jalan yang mengalami longsor rata rata panjangnya sekitar 50 meter dan dalam sekitar 20 meter. Badan jalan yang statusnya milik Provinsi Sumsel itu amblas dan longsor ke dalam jurang yang berada di pinggirnya.

Sehari sebelumnya, longsor juga terjadi di jalan kabupaten terdapat di Desa Tanjung III, Kecamatan Semende Darat Ulu. Kemudian badan jalan Desa Padang Windu, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim. Akibat longsor tersebut membuat masyarakat Semende yang bermukim di kaki Bukit Barisan itu, tidak bisa keluar menuju Kota Muara Enim maupun Kabupaten Lahat.

Akses jalannya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Agar arus transportasi bisa berjalan, terpaksa masyarakat melakukan secara estapet. Kendaraan yang datang dari Semende hendak menuju Muara Enim maupun Lahat, hanya sampai dilokasi yang longsor. Kemudian mereka meneruskan perjalanan menggunakan kendaraan dari arah Muara Enim maupun Lahat yang hanya bisa sampai di lokasi longsor tersebut.

Camat Semende Darat Laut, Fauzi, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Permasalahan longsor ini sudah dilakukan pendataan dan telah dilaporkan kepada pak bupati dan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta PU Bina Marga Muara Enim,” jelas Fauzi yang berhasil dihubungi awak media,

Sementara itu, Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, Agus, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. ‘Saat ini telah dilakukan upaya penanganan darurat agar masyarakat bisa melintas jalan yang longsor,” jelas Agus.

Menurutnya, Dinas PU Bina Marga Muara Enim dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel telah mengirim 2 unit alat berat jenis eksapator ke lokasi tersebut untuk membuat jalan darurat.

“Di lokasi itu akan dibuat ajalan darurat dengan mengikis tebing badan jalan yang tidak longsor supaya kendaraan bisa melintas,” jelas Agus seraya berucap bahwa jalan itu statusnya milik provinsi. (Hafis)