Waspadai Ruas Jalur Rawan Longsor

PAGARALAM, Ampera Sumsel  – Tingginya intensitas hujan, ditambah lagi kondisi cuaca ektreme, membuat sejumlah kawasan daerah di Kota Pagaralam rawan mengalami longsor dan banjir. Bahkan untuk kasus longsor dan banjir sudah menjadi langganan dan diprediksi terjadi di sejumlah kawasan.

Berdasarkan pantauan dilapangan, jika intensitas turun hujan tinggi, lokasi atau kawasan yang menjadi langganan longsor di antaranya, liku Endikat, Lematang, daerah kaki gunung Dempo, seperti Kelurahan Gunung Dempo, dan Kelurahan Dempo Makmur. Pasalnya, kontur tanah berupa lereng perbukitan terjal. Terbaru, longsor ruas jalan Negara, pesisnya di simpang Manna, tidak jauh dari jembatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pagaralam, Drs Herawadi MM mengungkapkan, karena tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Kota Pagaralam dan sekitarnya sudah sejak lama, kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana alam, seperti kasus longsor dan banjir, termasuk banjir bandang serta kasus lainnya harus diwaspadai semua kalangan masyarakat.

“Sejumlah daerah di Kota Pagaralam memang rawan longsor dan banjir, terutama musim penghujan. Jadi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di lereng-lereng dan perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk pengguna jalan yang melintasi kawasan maut, yakni liku Endikat dan liku Lematang,” katanya.

Untuk lokasi mana saja yang dinilai rawan longsor, Ditambahkan Herawadi belum dapat merinci secara mendetail.

“Secara umum longsoran terjadi di daerah-daerah sekitar lereng-lereng perbukitan gundul. Seperti yang sering terjadi di kawasan liku Endikat dan liku Lematang, juga termasuk kawasan di kaki gunung Dempo,” terangnya seraya mengatakan, kedua kawasan tersebut terbilang cukup ramai dilalui pengguna jalan, baik roda dua dan roda empat sebagai jalur lintas provinsi, sehingga jika terjadi longsor dikhawatirkan bakal menelan korban.

Herawadi menilai, yang kemungkinan paling perlu diwaspadai adalah kejadian longsor. Sedangkan untuk bencana banjir, kemungkinan hanya bersifat sesaat, meski banjir juga terkadang bisa menjadi bencana besar bila intensitas curah hujan yang mengguyur Pagaralam sangat tinggi.

“Kota Pagaralam berada di kawasan paling tinggi, jadi kemungkinan terjadi banjir dinilai sangat kecil, karena air tergenang sifatnya hanya sesaat. Lain halnya jika terjadi banjir bandang,” ucapnya seraya menambahkan, intinya penanggulangan termasuk penanganan bencana alam seperti longsor dan banjir serta bentuk lainnya, menjadi prioritas penanganan Pemerintah Kota Pagaralam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pagaralam.

Lebih jauh lanjutnya, mengenai penggulangan bencana alam, BPBD Kota Pagaralam akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk menyiagakan alat berat, berikut kendaraan pendukung lainnya, termasuk personel di lapangan, bila sewaktu-waktu terjadi bencana longsor dan banjir yang mengancam kapan saja. (Dian)