DTPH Kota Pagaralam Laporkan Pencapaian Upsus ke Pangdam

PAGARALAM, Ampera Sumsel – Program upaya khusus padi jagung kedele (Upsus Pajale) 2016 menuju swasembada pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kota Pagaralam laporkan hasil pencapaian panen petani ke Panglima Kodam II Sriwijaya, dalam helatan rapat koordinasi Upsus Pajale dan Luas Tambah Tanam di Makodam II Sriwijaya, di Palembang belum lama ini. Selasa (3/1). 

Kepala DTPH Kota Pagaralam, Ir H M Syarbani, melalui Kabid Produksi Pertanian, Sulhadi SP mengatakan, hasil pencapaian Upsus Pajale tahun ini sudah dilaporkan melalui pertemuan rapat koordinasi di Makodam II Sriwijaya.

“Sejumlah perwakilan kabupaten kota di wilayah kerja Makodam hadir, tak hanya Sumsel juga Lampung, Bengkulu, dan Babel hadir,” ungkap Sulhadi, kemarin.

Mengenai pencapaian Upsus Pajale di Kota Pagalam sendiri, cukup bagus dengan target tanam padi tembus 100 persen dari 1.500 hektar sawah. “Namun untuk target tanam Jagung 500 hektar tercapai 214 hektar, sementara target tanam Kedelai 800 hektar terserap 180 hektar,” ujarnya.

Hasil untuk pencapaian Upsus ke depan (2017, red) difokuskan tanaman jagung dan kedelai. “Dari Rakor tersebut, dikabarkan untuk pasokan jagung impor akan dihentikan dan memberdayakan produksi jagung lokal,” beber Sulhadi.

Dengan demikian, program upaya khusus yang melibatkan para Babinsa Koramil 10 Pagaralam dan 13 Dempo Selatan dari Kodim 0405 Lahat, berimbas terhadap peningkatan produktivitas padi di sejumlah wilayah tanam padi di Pagaralam.

“Tahun 2015 lalu produksi padi 43.155 ton dari luas tanam 8.625 hektar. 2016 diperkirakan peningkatan produksi 44.870 ton, atau bertambah sekitar 1.715 ton, atau naik sekitar 3,8 persen. Terdongkraknya produksi selain didukung Babinsa, PPL dan masyarakat petani sendiri, juga faktor alam seperti curah hujan cukup, tidak dilanda kemarau,” terangnya. (Dian)