Komisi IV DPRD Sayangkan Siswa Candu ‘Komix’

*Peran Orang Tua Sangat Vital

 

LAHAT, Ampera SumselĀ – Aksi Candu ‘Komix’ secara berlebihan hingga mabuk dan berhalusinasi yang dilakukan remaja yang masih berstatus pelajaran di Kabupaten Pali maupun daerah lainnya sangat disayangkan, membuat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat angkat bicara.

“Amat sangat disayangkan sekali, ketika para generasi penerus bangsa rusak moralnya mengkonsumsi obat batuk jenis ‘Komix’ sehingga mengakibatkan mereka mabuk kemudian berhalusinasi,” kata Ketua Komisi IV, Marwan Ardiansyah SE Msi, dihubungi via ponsel, Minggu (8/1).

Marwan menyebutkan, semestinya peran orang tua dalam kasus ini begitu vital sekali, maksudnya, pengawasan, bimbingan dan pembelajaran diperlukan, agar anak-anaknya tidak terjerumus dari perbuatan seperti itu.

“Untuk Lahat sendiri memang belum ditemukan, tapi, sebagai wakil rakyat untuk dapat memberitahukan dan memberikan bimbingan oleh orang tua, disamping faktor lingkungan sekitar ataupun teman-teman bemainnya,” urainya.

Ia mengingatkan, bukan hanya peran orang tua saja, melainkan, sekolah pun begitu penting sekali. Oleh sebab itu, instansi terkait dalam menelaah dan turun ke bawah memberikan pengarahan bahaya mengkonsumsi obat-obatan dimaksud secara berlebihan.

“Disinilah peran semua elemen sangat prioritas, sehingga aksi tersebut tidak menjalar ke Kabupaten Lahat, bila perlu lakukan razia terhadap siswa-siswa yang bolos maupun dalam sekolah,” tandas Marwan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lahat, Drs Sutoko Msi melalui Sekretaris, Drs Cholmin Heriyadi MPd menyampaikan, jajarannya dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi ke setiap sekolah-sekolah mengenai hal itu.

“Sangat disayangkan sekali, tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, nama baik sekolah akan tercoreng. Sebelum terlambat, lebih baik disosialisasikan dan peran orang tua, guru serta lingkungan begitu penting sekali,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM mengemukakan, hingga kini belum ada ditemukan siswa mabuk akibat mengkonsumsi obat-obatan jenis ‘Komix’.

“Tentunya kita akan memberikan tahu kepada pemilik apotik maupun toko obat untuk lebih selektif. Apabila ada remaja membeli dalam jumlah besar seharusnya ditanya terlebih dahulu buat apa, ini sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjangnya,” tukasnya. (Prima)