2017, Mukai Berintegerasi Ke BPJS Kesehatan

“Hutang Jamsostek Semata Akan Dibayar Bertahap” 

 

LAHAT, Ampera Sumsel – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM menyebutkan, bahwasanya pada 2017 ini, pasien yang menggunakan kartu jaminan sosial kesehatan (jamsoskes) semesta mulai berintegrasi ke Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Sudah kita lakukan uji coba beberapa pasien yang selama ini ikut di program jamsoskes, kini, mulai dialihkan ke BPJS Kesehatan,” katanya, dihubungi via ponsel, Senin (6/2).

Tujuan akhirnya, sambung dia, saat ini masih bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Masih tetap melayani masyarakat yang akan berobat menggunakan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

“Sejauh ini, pasien yang menggunakan KK dan KTP tetap kita layani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), sebelum secara menyeluruh dipindahkan ke BPJS,” ungkap H Rasyidi.

H Rasyidi menambahkan, paling yang menjadi kendala kesiapan, dimana, Dinkes tetap menganggarkan dengan dana sharing 50:50 bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Seberapa mampu anggaran induk, kekurangannya ditambah pada anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) untuk dianggarkan, kemudian dibayarkan berapa terhutang,” paparnya.

Ia menjelaskan, sedang pada 2014 dan 2015 sudah dibayarkan, apabila hutang yang baru tetap dibayarkan, pendek kata, gali lubang tutup lubang.

“Tidak bisa diprediksi dengan adanya meningkatnya kunjungan pasien di RSUD,” tandas H Rasyidi.

Sementara itu, Direktur RSUD Lahat, dr Hj Laela Cholik MKes menyebutkan, untuk program jamsoskes pihaknya telah mengkalkulasikan jumlah klaim, kemudian disampaikan ke Dinkes, sehingga operasional tidak terganggu.

“Memang beberapa kabupaten/kota sudah ada tidak melayani, kita tetap memberikan yang terbaik, supaya masyarakat mendapatkan haknya dirawat,” pungkasnya.

(Naska : Milan)

(Ampera Sumsel)