Pemprov Sumsel Dukung Penuh Karya Agung Panca Wali Krama

PALEMBANG, Ampera Sumsel – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatah (Pemprov Sumsel),  mendukung penuh diselenggarakannya kegiatan Karya Agung Panca Wali Krama (Upacara Keagamaan Tertinggi bagi Umat Hindu) yaitu Upacara Penyucian Diri dan Jagad Raya, di Palembang 9 samapai 16 April.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan, Pemprov Sumsel selalu mendukung semua kegiatan yang tujuannya dilakukan untuk kepentingan bersama, dalam hal ini kegiatan Karya Agung Panca Wali Krama juga bertujuan untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Seperti yang diketahui bersama, Kata Alex, belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan umat beragama di Sumsel. Sehingga, berkat kerukunan ini Kementrian Agama mendukung rencana pembangunan rumah ibadah di Jakabaring baik itu gereja, masjid, pura, maupun wihara.

“Sumsel terkenal selain karna sukses diberbagai bidang, juga karna ada satu hal yang menjadi hal penting yakni kerukunan umat beragama yang selalu terjaga, ungkap Gubernur Alex Noerdin saat memimpin rapat koordinasi persiapan Karya Agung Panca Wali Krama bersama panitia dan pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumsel, dan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, di ruang rapat Griya Agung Palembang, Jum’at (7/4).

Gubernur Alex Noerdin dalam kesempatan ini menghimbau agar panitia mempersiapkan kegiatan ini matang. Pasalnya, peserta kegiatan ini akan diikuti puluhan ribu umat Hindu dan ini tidak mudah karna persiapan harus tertata dengan baik, apalagi akan berlangsung di dilokasi yang sempit yakni di Pure Agung Sriwijaya Palembang.

“Selain mendukung kegiatan ini, kita juga akan bangun Pura untuk umat Hindu di Sumsel yang akan berdampingan dengan tempat ibadah agama lainnya. Tidak ada di Indonesia ini masing-masing rumah ibadah bersampingan selain di Sumsel, ini akan menjadi simbol kerukanan umat beragama Sumsel,” terangnya.

Ketua PHDI Sumsel I Gusti Bagus Surya Negara yang juga Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Ekononi dan Pembangunan mengatakan, Karya Agung Panca Wali Krama ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di luar Provinsi Bali dan ini merupakan acara tertinggi bagi umat Hindu.

Menurutnya, Panca Wali Krama adalah untuk mensucikan jagad, supaya semua umat di sumsel damai, teduh serta agar berbagai perhelatan yang dilaksanakan di sumsel sukses karena ini juga menjadi simbol kerukunan antar umat beragama.

“Karya Agung Panca Wali Krama di Sumsel akan menjadi hal yang baru dalam sejarah karena baru pertama kali diadakan di luar Pulau Bal,” terangnya.

Sementara Ketua panitia Karya Agung Panca Wali Krama, Suniatmaja mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang sudah memberikan perhatian penuh kepada umat Hindu di Sumsel serta telah mendukung penuh terselenggaranya Karya Agung Panca Wali Krama.

Dijelaskannya, tujuan Karya Agung Panca Wali Krama adalah untuk penyucian diri dan alam semesta yang dilaksanakan umat Hindu, dan mendoakan semua umat di Sumsel agar senantiasa diberikan kesejahteraan.

“Persiapan ini sebenarnya sudah kita lakukan sejak satu tahun lalu, dan kita didukung penuh seluruh umat Hindu yang ada di Kabupaten/Kota se-Sumsel dengan kompak mensukseskan kegiatan ini. Kegiatan ini dihadiri bukan hanya umat Hindu yang ada di Sumsel saja, melainkan umat Hindu yang ada di wilayah Sumbagsel. Bahkan, sebagian akan hadir umat dari Bali dan Lombok,” ujarnya.

Untuk diketahui, Karya Agung Panca Wali Krama (Panca Bali Krama) dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, yaitu pada Tilem Caitra (Tilem Kesanga) ketika taun Saka berakhir dengan nol (Rah Windu). Upacara Panca Wali Krama yang pada intinya adalah pelaksanaan dari Bhuta yajna dan dewa yajna yang bermakna untuk menyucikan alam semesta menuju tatanan yang harmoni.

Untuk itu, seluruh umat Hindu melaksanakan Yasa kirti, sebagai perwujudan dari pelaksanaan Tapa-Brata-Yoga,pengendalian diri,pemusatan dan penyusian pikiran.

Panca Wali Krama berasal dari kata Panca yang berarti Lima Wali yang berarti Kembali Krama yang berarti Kumpulan Jadi Panca Wali Krama bisa diartika Kumpulan lima kekuatan yang baik yang kembali menyeimbangkan bumi.

(Laporan Hms Pemprov)

(Editor Andre Joda)