Pemkot Palembang Bakal Bantu Sarana Pendidikan Anak-Anak Lapas

PALEMBANG, Ampera Sumsel – Pemerintah Kota Palembang bakal memberikan bantuan sarana pembelajaran untuk lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) Kelas I Pakjo. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau kegiatan anak didik lapas Pakjo bersama jajarannya, Rabu (12/04). 

“Saya sudah lihat sendiri apa yang dibutuhkan di sini, secepatnya akan saya realisasikan pemberian bantuan seperti kipas angin, alat karaoke, meja dan kursi untuk belajar, beberapa unit komputer, buku dan alat tulis serta buku bacaan dan buku pelajaran untuk menambah koleksi perpustakaan LPKA Pakjo ini,” ujar Wako Finda, sapaan akrab Fitrianti Agustinda, saat mengunjungi lapas.

Finda mengaku, ke depan akan lebih sering menyempatkan diri untuk memberikan motivasi kepada mereka. Bahkan beberapa kali Finda mengajak penghuni lapas menyanyikan lagu wajib nasional dan mendengarkan puisi ciptaan mereka.

“Mereka ini juga anak kita, jadi harus kita support agar nanti sekeluarnya dari sini mereka bisa menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sudirman D Hury menuturkan, pihaknya berharap agar anak-anak binaan tidak dibeda-bedakan dari anak yang ada di luar. Seharusnya, yang dilihat itu bagaimana untuk mengembangkan potensi mereka yang terkadang terkendala anggaran.

“Sarananya harus dilengkapi agar mereka tidak stres. Tentu bahagia 10 hari di sini akan lebih bahagia satu hari di luar,” imbuhnya.

Hal senada diutarakan Kepala LPKA Klas I Pakjo Palembang Endang Lintang Hardiman. Menurutnya, sarana dan prasarana memang masih banyak yang kurang, salah satunya ruang belajar, meja kursi yang sudah kurang layak dan koleksi buku pembelajaran.

“Saat ini ada sembilan kelas, dari jenjang SD-SMA ada tiga kelas plus satu laboratorium komputer. Dengan total 164 anak didik. Kita sudah MoU dengan SDN 25, SMPN 22 dan SMAN 11 Palembang untuk tenaga pengajarnya dimana guru yang datang ke sini untuk memberikan pelajaran yang sama dengan di sekolah induknya. Tentu saja ijazahnya pun statusnya sama dengan sekolah induk,” pungkasnya

(Laporan Humas Pemkot)

(Ediitor : Andre Joda)