Bantuan Bibit Tak Kunjung Datang, Petani Di Muara Enim Terancam Tidak Tanam Padi

MUARA ENIM, Ampera Sumsel – Kebutuhan akan gabah merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Dan hal ini merupakan sumber kekuatan serta pendongkrak pertumbuhan perekonomian masyarakat. Namun apalah jadinya bila para petani terkendala menanam padi karena tidak memiliki bibit padi. Keadaan ini sangatlah memprihatinkan dan terjadi di Kabupaten Muara enim. Rabu (19/04).  Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang petani padi di salah satu Desa yang berada di Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara enim

yang tidak mau namanya disebutkan saat dibincangi awak media amperasumsel.com mengungkapkan, menurutnya pemerintah Kabupaten Muara enim, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Muara enim tidak serius dalam memperhatikan nasib para petani.

“Kami merasakan pemerintah Kabupaten Muara enim tidak serius mau membantu para petani, terbukti pada tahun 2017 ini, sudah melewati masa tanam padi tapi bibit padi untuk para kelompok tani belum juga datang,” bebernya.

Padahal lanjutnya, jauh hari sebelumnya, berkisar bulan nopember tahun 2016 lalu, Pemkab Muara enim melalui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muara enim sudah mendesak para kelompok tani melalui penyuluh setempat untuk menyerahkan nama-nama kelompok tani dan anggotanya ke Pemerintah guna didata untuk diberikan bantuan bibit padi. Namun nyatanya hingga bulan April 2017 bibit padi yang dijanjikan tidak kunjung datang.

“Seharusnya pada musim tanam padi Oktober sampai bulan Maret, petani sudah mulai menanam padi, namun nyata nya hingga bulan April ini, petani belum juga mendapat bantuan bibit yang dijanjikan, artinya kalau petani terus menunggu dan berharap bantuan bibit padi dari Pemerintah bisa jadi para petani terancam gagal tanam padi, mau makan apa petani nantinya,” tuturnya.

Masih cerita dia, bahwa pada tahun 2017 ini, ada sekitar  500 hektar sawah di Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim menunggu bantuan bibit padi dari Pemkab Muara enim.

“Sudah bulan April belum juga ada bantuan bibit padi dari Pemkab Muara enim, sudah dipastikan bantuan bibit tidak bisa diharapkan lagi. Kalau para petani mau menanam padi, maka para petani harus mulai berusaha mencari bibit padi sendiri,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Muara enim, Ir.H.Kani,MM waktu dikonfirmasikan melalui via telpon, tidak memberikan tanggapan, begitu juga waktu ditemui ke tempatnya bekerja yang bersangkutan tidak ditempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang didapat dari instansi terkait.

(Naska : Dayat)

(Editor : Prima)