DIDUGA REM BLONG, TRUK MEMBAWA ALAT BERAT TABRAK PAGAR DAN POT KEMBANG RS BUNDA

PALEMBANG, Ampera Sumsel – Lantaran diduga mengalami rem blong, hingga membuat satu unit truk yang membawa alat berat bernopol B 9076 BIA menabrak pagar dan pot kembang Rumah Sakit (RS) Bunda Palembang, Selasa (6/6/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja akibat kejadian itu, arus lalu lintas (Lalin) dari arah Pakjo menuju Jalan Demang Lebar Daun mengalami kemacetan.

Menurut keterangan sang sopir, Ibrahim, (38), dirinya datang dari arah Pakjo hendak menuju ke Jalan Demang Lebar Daun dengan kecepatan sedang. “Saat berada di depan RS Bunda, didepan mobil ada sepeda motor yang berhenti mendadak, jadi daripada saya menabrak motor, lebih baik saya langsung banting setir ke kiri dan menabrak pagar RS Bunda,” ujarnya, saat ditemui di lokasi kejadian.

Dikatakan warga Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang ini, sebelum kejadian dirinya sudah mengecek keadaan truk tersebut, termasuk kondisi rem. “Saya tidak tahu pak, kenapa remnya bisa blong. Tapi yang pasti sebelum kejadian kondisi truk bagus, tidak ada apa – apa,” kata dia.

Sementara itu, satpam RS Bunda Palembang, Haris Purba, mengatakan, pihak manajemen RS Bunda, tidak mempermasalahkan kejadian ini, yang penting ada itikad baik dari pihak perusahaan truk tersebut.

“Ibu (Mahyudin) tidak mempermasalahkan kejadian ini, tapi kata Ibu asalkan pagar dan tanaman yang ditabrak diganti sama pihak perusahaan tersebut,” ujar dia.

Masih dikatakan dia, pihak perusahaan truk tersebut sudah bersedia untuk mengganti biaya kerugian kerusakan pagar dan tanaman RS Bunda Palembang. “Sopir sudah menelpon bos (perusahaan), dan bersedia mengganti biaya kerusakan. Intinya, beruntung tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Yudha Widyatama mengaku, belum mendapatkan informasi tersebut dari anggota yang bertugas di lapangan.

“Saya belum mendapatkan informasi, nanti saya cek dulu ya,” Singkatnya Yudha, saat dihubungi.

Editor : Rama 

(Editor Prima)