TAK TERIMA DISEBUT, DPRD SUMSEL KUNKER DADAKAN KE LAHAT

LAHAT, Ampera Sumsel – Isu adanya dugaan aksi penolakan usulan dari salah satu kelompok tani yang ada di Lahat, oleh pihak Dinas Pertanian, dalam hal ini disangkakan kepada oknum Kepala Dinasnya nampaknya sedikit berbuntut panjang. Terbukti dengan secara mendadak, rombongan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, khususnya Komisi II yang membidangi masalah pertanian melakukan agenda kunjungan kerja (kunker) ke Lahat, hari ini, Jumat (9/6) siang, guna duduk bersama mencari tahu masalah yang sebenarnya.

Dengan dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD, Nopran Marjani SPd, rombongan pun diterima dan difasilitasi oleh jajaran Pemkab Lahat di ruangan Operasional Pemkab Lahat, dengan dihadiri oleh Plt Sekda Lahat, H Hariyanto SE MM Mba, Asisten III, H Suhirdin MPd, dan juga dinas terkait, dalam hal ini dipimpin Kadis Pertaniannya, Ir H Hapit Padli MM beserta staf dan juga pihak Kelompok Tani, Nelayan Andalan (KTNA) Lahat serta segenap perwakilan kelompok tani yang ada.

Sempat terjadi ketegangan dan perdebatan alot antara pihak Dinas Pertanian dengan jajaran anggota DPRD Sumsel, khususnya Nopran Marjani didalam rapat koordinasi kemarin siang. Hal ini dikaitkan dengan ‘ketersinggungan’ pihak DPRD Sumsel sendiri, saat ada lansiran media  yang mengatakan bahwa, dirinya ‘mendompleng’ program pemerintah, terkait masalah pengusulan atau penyaluran bantuan aspirasi jajaran DPRD sendiri, khususnya bagi kalangan kelompok tani baru baru ini, dan bahkan oknum Kadis Pertanian sendiri sudah dikatakan melakukan tindakan arogan, dengan jalan merobek usulan dari pihak Gapoktan sendiri.

“Sekali lagi kami tegaskan, kami tidak mendompleng. Kami benar benar sudah melaksanakan apa yang menjadi program di kegiatan kami, yaitu yang disebut aspirasi dewan. Sejauh ini, Lahat sendiri sudah mendapatkan bantuan sedikitnya 50 unit alsintan, sementara daerah lain, hal itu tak sebanyak angka tadi di Sumsel,” beber Nopran.

Dilanjutkannya, jika memang dilapangan kemudian ada kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang hendak memintanya, melalui proposal, kenapa hal itu dihambat, dan bahkan informasinya sampai disobek berkas dari kalangan petani dimaksudkan. Hal itu menurut Nopran, jelas tidak bisa dibenarkan dan sudah menyalahi aturan.

“Kadis itu tidak boleh arogan. Jika memang ada usulan, semuanya jelas mesti ditampung dulu, tidak serta merta ditolak, apalagi sampai dirobek,” tukasnya dengan nada ketus.

Menanggapi hal ini, Kadis Pertanian Lahat, Ir H Hapit Padli MM sendiri kemudian membeberkan apa yang terjadi sesungguhnya dilapangan. Dimana justru sebenarnya di pihak Gapoktan lah yang sedikit kurang faham tentang duduk masalah yang ada. Dikatakannya, mereka (Gapoktan.red) sendiri sebenarnya sudah beberapa kali datang, namun tidak begitu dilayani, dikarenakan alasan, apa yang mereka ajukan itu salah, bukan dalam bentuk usulan, atau proposal, tapi sudah berbentuk rincian anggaran, dan ini jelas menyalahi.

“Apalagi secara serta merta pula, mereka mengatakan sudah mengantongi restu serta surat yang ber kop kedinasan, tapi tanda tangannya saudara Nopran Marjani, kan salah. Semestinya, mereka ajukan permohonan, kami pelajari, jika memang bisa dan kami anggap layak secara tim, jelas bantuan yang ada, baik itu dari aspirasi atau program kementrian akan kami berikan,” beber Hapit.

Belum lagi, dirinya yang sudah sekitar 30 tahun lebih menjadi seorang birokrasi ini jelas masih harus tunduk dan patuh dengan perintah serta petunjuk dari atasa, dalam hal ini Bupati Lahat. Nah, sementara untuk usulan Gapoktan dimaksud, pihaknya belum sama sekali ada kontak atau perintah atasan, hanya saja sempat terselip menandatangi berkas, salah satunya milik mereka, seketika itu pulalah kemudian kami mengoreksinya, dengan jalan mencopot lembaran yang ada tanda tangan kepala dinas.

“Kami jelas tidak mau kedepan ada masalah dan menyalahi perintah pimpinan, itu saja. Apalagi jika kemudian tanda tangan kami disalah gunakan, jelas kami tidak mau. Tapi, jika memang mereka mengusulkan sesuai alur, jelas akan kami sikapi berbeda,” tegas Hapit Padli lagi.

Setelah masing masing pihak menjelaskan duduk masalah, akhirnya didapati kesimpulan bahwa intinya semua hanyalah kesalah pahaman semata. Untuk itulah, Plt Sekda Lahat, H Hariyanto SE MM Mba menginstruksikan ke semua jajaran Dinas Pertanian, kiranya bisa lebih proaktif lagi dilapangannya, untuk menjelaskan dan menyosialisasikan semua program pemerintah, agar tidak lagi ada salah faham.

“Kita sama sama berbenah, dan hari ini jadikan pelajaran, sehingga ke depan Lahat, khususnya pertanian bisa lebih baik lagi,” tegasnya, seraya menutup rapat, dan diakhiri dengan salaman bersama semua jajaran yang hadir.

Naska : Rustandi

Editor : Ampera