MASYARAKAT TANJUNG SAKTI MINTA JEMBATAN TUNGGANG SEGERA DIPERBAIKI

Laporan : Ade

GEMAS – LAHAT.

Hujan deras yang melanda Kecamatan Tanjung Sakti PUMI dan PUMU  sejak Jumat (26/4) pagi hingga Sabtu (27/4) membuat air sungai  Manna meluap.

Luapan air Sungai Manna ini menerjang bangunan yang berada di pinggir sungai.
Akibatnya jalan penghubung antara Kecamatan PUMI dan PUMU terputus tepatnya di Desa Gunung Kerto di dekat Jambat (jembatan) Tunggang

Tak hanya itu bencana banjir bandang tersebut membuat puluhan hektar sawah di Desa Ulak Lebar, Tanjung Sakti PUMI terendam.
Adanya keadaan yang sangat memprihatinkan ini salah satu warga Desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu
Susianto, salah satu Warga Desa Gunung Kerto Tanjung Sakti PMU mengatakan  bahwa masyarakat  Tanjung Sakti meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lahat, untuk segera memasang jembatan sementara dijalur jalan yang putus terkena arus air sungai tepatnya tembatan tunggang di desa Lubuk Tabun dan Gunung Kerto Kecamatan Tanjung Sakti Pumi. Karena ini menyangkut puluhan ribu masyarakat terisolir, dan sudah 5 hari kejadian ini belum ada tindakan dari Pihak Pemerintah.

“Tolong jangan biarkan masyarakat terisolir dan jangan biarkan masyarakat meradang. betapa menderitanya masyarakat Tanjung Sakti sekarang, jangan hanya cuma di lihat dan dengar penderitaan rakyat.”Ungkap Susianto Selasa ( 30-04-19).

Senada hal tersebut diungkapkanl  juga oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Lahat Nopan Firmansyah, SE, mewakili dari Dapil 4, beliau  mengatakan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan, sejak kejadian putusnya jembatan tunggang yang menghubungkan kedua Kecamatan ini belum ada tindakan serius dari pemerintah.
Oleh sebab itu ia berharap  pemerintah segera mengatasi apa yang menjadi penderitaan masyarakat Tanjung Sakti.

“Sebab  tidak menutup kemungkinan dengan kejadian ini masyarakat yang ada di Tanjung Sakti akan terisolir, karena transportasi yang terputus. Kami harapkan menjadi perhatian khusus dari  Pemerintah Kabupaten Lahat, Provinsi maupun Pusat.”pungkasnya.

Editor : Ivi Hamzah

Ruangan komen telah ditutup.