KADES GIRI MULYA DIDUGA SELEWENGKAN DD REHAB GEDUNG

Laporan : Karel

GEMAS – LAHAT

Program pemerintah sejak tahun dua ribu enam belas hingga sekarang ini mengalami kemunduran, terutama dampak negatif pada saat pengelolaan setelah pencairan dana dari pemerintah pusat. Minggu 19/05/2019.

Penggunaan dana desa menjadi buah bibir setiap warga indonesia saat ini khususnya desa desa pelosok, di mana Dana Desa (DD) tersebut kerapkali lain pemanpaatannya bahkan ada yang sudah menjalani proses hukum.

Berdasarkan keterangan Ali (warga) adanya dugaan penyalahgunaan dana desa yang terjadi di desa Giri Mulya kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, atas rehab gedung serbaguna di tahun dua ribu delapan belas (2018) hal ini di duga di lakukan oleh oknum kepalah desa giri Mulya serta perangkat nya.

Berdasarkan informasi dari warga, Aji, awak media dari Delik Hukum beserta rekannya langsung menuju ke Desa Giri Mulya untuk melakukan konfirmasi langsung ke pihak yang bersangkutan atau Kades.

Dikatakan Aji, pada Jum’at 17/05 saat di temui di kediaman Kepala Desa sedang tidak ada di tempat, atas keterangan istri serta anaknya.

“Bapak sejak kemaren di lahat, kapan pulang nya enggak tahu pasti,”jelasnya.

Paino (55)  selaku Kepala Desa Giri Mulya saat di hubungi melalui via telpon,  yang  nomornya di peroleh dari anak nya, awak media mencoba menghubungi, namun no tersebut aktip akan tetapi tidak ada respond hingga saat ini.

Di waktu yang sama Sekretaris Desa Erik (32), memberikan penjelasan yang berbeda serta berbelit, sehingga memberi kesan ada yang di tutupi. Karena ia tidak tahu persis dana yang diterima.

“Saya tidak tahu persis masalah seluruh dana yang di terimah,”saya ikut pekerjaan rehab gedung serbaguna yang menelan dana kurang lebih tiga ratusan juta rupiah yang bersumber dari dana desa,”ungkap Erik.

Sedangkan Teguh (53) mantan Sekretaris Giri Mulya tahun 2016 juga menjelaskan, bahwa pihaknya kala itu hanya bisa diam saja sejak di tahun 2016, dana desa Giri Mulya yang di cairkan sejak itu, tidak ikut atas pengelolaannya, sehingga dana tersebut di kelolah langsung oleh pak Kades serta perangkat lain nya.

“Kami tidak tau samasekali soal ini, karena dana desa dikelola langsung oleh Kades,” tegasnya.

Pantauan di lokasi dimana tempat gedung serbaguna berdiri, awak media dibuat bingung. Pasalnya, papan merk pekerjaan rehab berbeda pada penulisan sumber dananya, di mana papan proyek tersebut bertuliskan sumber dari APBD, sedangkan pengakuan dari Erik (sekdes) dana tersebut sumber dari dana desa bukan APBD,”tegas Erik.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada perwakilan dari pihak desa yang mengklarifikasi atas laporan tentang adanya penyalagunaan dana desa Giri Mulya Kecamatan lahat kabupaten lahat.

Editor : Ivi Hamzah

Ruangan komen telah ditutup.