DIDUGA HIMPITAN EKONOMI BOCAH SD INI TEWAS GANTUNG DIRI

DIDUGA HIMPITAN EKONOMI BOCAH SD INI TEWAS GANTUNG DIRI

Laporan : Roni

GEMAS – LAHAT

Belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun yang jelas, R (13) bocah  kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Desa Tanjung Aur, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat ini ditemukan warga sekitar tergantung kaku di tali ayunan di rumah kerabatnya, sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (7/12/19).

Informasi menyebutkan, jazad korban pertama kali ditemukan oleh tetangga sekaligus rekannya I dalam keadaan kaku dan tergantung di seutas tali ayunan dalam rumah temannya A.

“Hari ini, memang ada ulangan di sekolahnya. Semula pihak keluarga mengira korban R pergi ke sekolah dan mengikuti ulangan tersebut, namun tiba jam sekolah usai korban tidak pulang ke rumah. Hingga sekitar pukul 13.00 tadi, pihak keluarga mendapat kabar, bahwa ternyata korban R sudah meninggal dengan cara gantung diri di rumah temannya”, ujar Ketua BPD Tanjung Aur, Fauzi Azwar beberapa saat setelah dirinya datang melayat ke rumah korban, Sabtu (7/12/19).

Menurut Fauzi, kendati belum diketahui secara pasti penyebab korban R bunuh diri, namun dirinya menduga salah satunya karena korban putus asa akibat himpitan ekonomi.

“Mungkin salah satu faktor, ekonomi juga penyebabnya”, sebutnya.

Pihak kepolisian sektor Kikim Tengah juga sudah mendatangi dan memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan rumah korban, tapi kami belum tahu hasilnya. Keluarga korban tidak meminta upaya untuk mengoutopsi korban. “, imbuhnya.

Mungkin, sambung Fauzi, korban akan dikebumikan besok pagi, karena masih harus menunngu bapaknya yang sekarang tinggal di Satuan Pemukiman (SP) dan sedang dijemput warga.

“Tempat tinggal bapak korban ini memang lumayan jauh, makanya ditunggukan dulu”, tutup Fauzi.

Editor : Ivi Hamzah