DITUDING POTONG DANA SERTIFIKASI, AJLAN : “BOHONG ITU…!”

DITUDING POTONG DANA SERTIFIKASI, AJLAN : "BOHONG ITU...!"

Laporan : Repi Black

GEMAS-LAHAT

Batapa miris dan naifnya bila demikian adanya, seorang oknum Kepala Sekolah minta jatah tunjangan sertifikasi setiap triwulan atau saat pencairan. Karena mengingat seorang Kepala Sekolah, juga mempunyai tunjangan yang terbilang tidak sedikit. Namun ini diduga terjadi di lingkungan SMP Negeri 1 Jarai, Kabupaten Lahat.

Menurut informasi yang.diperoleh media ini, setiap cair sertifikasi Kepala Sekolah minta jatah pencairan pertama sebesar Rp.1000.000.- (satu juta rupiah). Pencairan kedua dan seterusnya. Rp.2.000.000.- (dua juta rupiah).

“Besaran itu dikutip dari guru guru sertifikasi. Kami yang sertifikasi ngumpulkan uang, karena adanya pernintaan Kepala Sekolah. Kami urunan alias pupuan mengabulkan jumlah dimaksud, bahkan terkadang belum cairpun sudah diminta. Kalau dikalkulasi, ya belasan juta Kepsek terima selama ia menjabat”, jelas Meri kepada media ini.

Ketika disinggung alasan dan.untuk apa setoran itu ?, Meri mengaku tidak mengerti serta tak faham untuk apa uang itu dimnta Kepsek.

“Kami tidak faham”, tegasnya.

Sementara Kasmawati rekan Meri juga menambahkan, memang uang itu tak seberapa, tapi kalau tiap cair minta tanpa alasan yang pasti untuk kepentingan pribadi pula sangatlah keterlaluan.

“Karena tunjangan Kepsek sudah ada, kok minta jatah”, ketusnya.

Berkaitan dengan informasi ini, Kepala SMP.Negeri 1 Jarai, Kabuoaten Lahat, Ajlan. S. Pd kepada wartawan di ruang kerjanya, pada Sabtu (11/01/2020) membantah keras tudingan tersebut.

“Bohong. Itu bohong. saya tidak minta jatah sertifikasi seperti yang ditudingkan bawahannya. Bohong, dan itu tidak benar”, bantah Ajlan.

Editor : RON